Pengaruh Olah Raga Jenis Aerobik pada Komposisi Tubuh, Sensitivitas Insulin, Profil Lipid pada Subjek dengan Faktor Risiko Diabetes

ABSTRACT

Ardy Brian Lizuardi1*, Kamalita Pertiwi1, Astri Kurniati1, Susana Sie1

1Nutrifood Research Center, Jakarta, Indonesia

*Corresponding author. Tel.: +62-21-4605780 ; fax: +62-21-46829506 |E-mail : nutrifood.research@nutrifood.co.id

 

Obesitas, memiliki keturunan diabetes, dan peningkatan kadar gula darah merupakan faktor-faktor risiko diabetes. Indonesia merupakan negara kedua terbesar dengan penderita diabetes di area pasifik barat. Menjalani olah raga secara rutin direkomendasikan oleh American Diabetes Association sebagai upaya penanganan dan pencegahan diabetes. Kendati demikian, tidak banyak studi yang mengamati pengaruh olah raga pada subjek sehat non diabetes dengan faktor risiko diabetes di Indonesia. Desain studi yang digunakan di dalam studi ini adalah randomized controlled study untuk melihat pengaruh olah raga jenis aerobik pada subjek dengan faktor risiko diabetes. Kriteria orang dengan faktor risko diabetes setidak-tidaknya memiliki satu dari tiga faktor risiko berikut : memiliki keturunan derajat pertama diabetes, dan atau obesitas (IMT ≥ 23,0 dengan persentase lemak tubuh ≥ 25 %), dan atau memiliki kadar gula darah puasa pada selang 90-99 mg/dl. Subjek mengikuti olah raga aerobik seperti jogging, berenang, dan bersepeda selama 10 minggu (3 sesi setiap minggunya dan 45 menit setiap sesinya). Pengukuran komposisi tubuh (bio-impedansi dengan Inbody 720), sensitivitas insulin (Homeostatis Model Assessment, HOMA-IR), toleransi glukosa (uji toleransi oral glukosa), dan profil lipid dilakukan pada sebelum dan sesudah intervensi program olah raga. Sejumlah 13 subjek bersedia mengikuti program olah raga aerobik selama 10 minggu. Sebanyak 10 subjek berhasil menyelesaikan program olah raga dan masuk ke dalam analisis akhir. Setelah program olah raga aerobik 10 minggu, hanya kadar gula darah puasa yang mengalami penurunan secara siginfikan (MD: -5.3 mg/dl, P: 0,011). Akan tetapi, hasil sub-analisis menunjukkan subjek dengan kelebihan berat badan dan obesitas (n = 8) mengalami penurunan kadar gula darah puasa, massa lemak, indeks massa tubuh (IMT), waist-to-hip ratio  (WHR), dan estimated visceral fat secara signifikan (P< 0.05). Perubahan pada HOMA-IR, 2 jam post prandial kadar glukosa, insulin puasa, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, berat badan, massa lemak, dan persentase lemak tubuh tidak mengalami perubahan yang signifikan. Program olah raga aerobik selama 10 minggu dapat membantu menurunkan kadar gula darah puasa. Perubahan akibat olah raga aerobik lebih terlihat pada subjek dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Hal ini menunjukkan olah raga aerobik efektif untuk mencegah diabetes pada subjek sehat dengan faktor risiko diabetes.

 

Kata kunci: olah raga aerobik, faktor risiko diabetes, komposisi tubuh

Dipublikasikan di : Asian Congress of Nutrition, Japan 2015. PS-01-p-202 (Poster Presentation)