Studi Awal Efek Konsumsi Susu Fortifikasi Vitamin D terhadap Status Vitamin D Pegawai Kantor Wanita

ABSTRACT

Amelinda Angela1*, Astri Kurniati1, Kamalita Pertiwi1, Susana1

1Nutrifood Research Center, Jakarta, Indonesia

*Corresponding author. Tel.: +62-21-4605780 ; fax: +62-21-46829506 |E-mail : nutrifood.research@nutrifood.co.id

 

Salah satu sumber vitamin D adalah sinar matahari. Kurangnya paparan sinar matahari membuat pegawai kantor wanita menjadi salah satu kelompok orang yang beresiko kekurangan vitamin D. Studi ini bertujuan untuk mengetahui status vitamin D pegawai kantor wanita dan pengaruh penggunaan jilbab, serta efek konsumsi susu yang difortifikasi dengan vitamin D terhadap status vitamin D pegawai kantor wanita. Hasil studi menunjukkan bahwa, dari sembilan orang pegawai kantor wanita yang menghabiskan sebagian besar waktu kerjanya di dalam ruangan, 22% mengalami kekurangan vitamin D (20-30 ng/ml) dan 78% mengalami defisiensi vitamin D (< 20 ng/ml). Dengan perbedaan aktivitas di luar ruangan dan konsumsi vitamin D yang tidak signifikan, subjek tidak berjilbab dan berjilbab tidak memiliki perbedaan vitamin D dalam darah yang signifikan. Konsumsi susu HiLo Soleha (400 IU vitamin D) dan susu yang difortifikasi dengan 2000 IU setiap hari selama 12 minggu dapat meningkatkan level vitamin D dalam darah sebanyak 7.75 ± 3.30 ng/ml (p = 0.018) dan 16.67 ± 5.86 ng/ml (p = 0.038), secara berurutan. Oleh karena itu, konsumsi susu yang difortifikasi vitamin D dapat menjadi salah satu cara untuk memperbaiki status vitamin D pada pegawai kantor wanita.

 

Kata kunci: vitamin D, pakaian, susu tinggi vitamin D, pegawai kantor wanita

Dipublikasikan di : 3rd International Public Health Conference & 20th National Public Health Colloquium, Kuching 2013 (Oral

   Presentation)